HOME CONTACT EVENTS ARTIKEL KESEHATAN
 

  
  
   ABOUT US

   HOSPITAL FACILITIES 

   FIND A DOCTOR

   OUR CLINIC

   CANCER CENTER

   IVF CENTER (BAYI TABUNG)

   KELUARGA BERENCANA (KB)

   HOME CARE

   INSTITUTION RELATIONSHIP

   MAPS AND DIRECTIONS
 
   HRD AND JOB VACATIONS

   MORE INFORMATIONS

   MESSAGES FROM DIRECTOR
  
  
   
    Email       : rspm@indosat.net.id
                       rspmmail@gmail.com

    Phone      : +62 361 236225
    Faximile  : +62 361 236203

    Under Constructions       

 
Fakta dan Mistos Seputar Patah Tulang
dr. I Pt Sandhy Kumara, Sp.OT
 
 
 
 
1. PATAH TULANG SELALU AKIBAT  TRAUMA

Tulang merupakan struktur organ yang paling keras dalam tubuh manusia. Sehingga dibutuhkan suatu mekanisme cidera yang cukup kuat untuk bisa mematahkannya. Tetapi jangan salah, akibat dari suatu kondisi tertentu, kepadatan tulang sendiri bisa berkurang, sehingga membuatnya menjadi rapuh dan keropos, seperti kondisi osteoporosis (keropos tulang), keganasan tulang (Kanker Tulang), penyakit metabolik yang mengganggu keseimbangan kalsium dalam darah, justru patah tulang seperti ini bisa terjadi tanpa energi yang kuat, seperti contoh patah tulang terjadi saat sedang berjalan atau aktifitas sehari hari, baru bangun tidur, saat turun dari mobil atau motor, terpeleset di kamar mandi maupun akibat benturan yang sangat ringan.

Sehingga apabila terjadi kecurigaan patah pada tulang, sebaiknya segera dibawa ke Rumah Sakit untuk mendapatkan pemeriksaan lebih teliti dan penanganan yang tepat.
 
 
2. BILA TERJADI PATAH TULANG MAKA HARUS OPERASI  

Salah besar……karena tidak semua kondisi patah pada tulang harus dilakukan tindakan operasi dengan pemasangan implant tertentu. Dokter pun, dalam hal ini khususnya spesialis Bedah Tulang sekalipun tidak semudah itu memutuskan seorang pasien dengan patah tulang harus ditangani dengan cara operasi, karena masih ada syarat dan kondisi tertentu, dimana pasien dengan patah tulang bisa juga dilakukan penanganan tanpa melalui operasi yang rumit. Bahkan tindakan yang biasanya dilakukan oleh para dukun patah tulangpun bisa dilakukan di rumah sakit, dengan tanpa membuat pasien tersiksa oleh rasa sakit dan hasilnya bisa dipertanggung jawabkan karena tindakan reposisi patah pada tulang tersebut dimonitor dengan sebuah alat canggih bernama “C Arm” untuk mengetahui kondisi patah tulang yang sudah direposisi / diperbaiki.

Jadi semakin dini pemeriksaan dilakukan, maka akan semakin mudah upaya penanganan dilakukan, sehingga bisa menghindari tindakan operasi yang tidak perlu. Apabila patah tulang ditangani oleh mereka yang tidak berkompeten, bisa membuat pergeseran fragmen tulang (Displacement) lebih jauh, yang berdampak pada pemendekan, pembengkokan dan malrotasi, bahkan kalau terlalu lama ditangani, bagian tulang yang patah sudah terlanjur salah dalam penyambungannya sehingga pasti berdampak pada fungsi alat gerak nantinya. Kalau ini sudah terjadi, hanya operasi yang bisa dilakukan untuk merekonstruksi bagian tulang tersebut, tentunya diikuti dengan pembiayaan yang lebih mahal dan resiko komplikasi yang cukup rumit. Prinsipnya kondisi patah tulang perlu ditangani secara benar sejak awal.
 
 
3. BILA SUDAH DIURUT/OPERASI BERARTI MASALAH PATAH TULANG SUDAH BERES
    
Bila kendaraan (mobil atau motor) yang rusak dibawa ke bengkel, maka setelah selesai diperbaiki, langsung bisa dikendarai bukan…? Tidak demikian halnya dengan kondisi tulang yang patah. Sekalipun ditangani oleh dukun pijat atau dokter bedah tulang, maka tulang yang terlanjur patah butuh waktu tertentu sebelum boleh dipergunakan, tidak instan. Jadi salah besar kalau ada yang menyatakan setelah diurut….langsung bisa jalan seperti semula. Kalau benar ada kenyataan seperti ini di masyarakat awam, maka pada daerah yang dikatakan patah tersebut bisa dipastikan tidak ada tulang yang patah sebenarnya.

Karena penanganan patah tulang, khususnya di Rumah Sakit baik secara tanpa operasi maupun operasi biasanya akan dilakukan pemasangan alat bantu dalam hal ini bisa berupa bidai atau Gips untuk memberikan waktu imobilisasi dan proteksi yang cukup sampai terjadi penyambungan tulang dan sembuh secara sempurna. Setelah sembuh pun, maka diperlukan proses rehabilitasi untuk memulihkan fungsi sendi dan otot pada daerah yang cidera, sebelum benar benar bisa dikatakan pulih seperti semula. Jadi konsultasikan kondisi patah tulang anda pada tenaga kesehatan yang berkompeten, agar mendapatkan informasi yang benar untuk penanganan awal dan program penanganan lanjutan, supaya bisa mengembalikan fungsi alat gerak tersebut kembali seperti semula.
 
 
4. PATAH TULANG BUKANLAH HANYA TULANG YANG PATAH    
     
Fungsi tulang mirip seperti besi di dalam suatu beton, selain berfungsi sebagai penyangga maka tulang pun berperan sebagai tempat melekatnya otot otot dan pelindung terhadap organ-organ dalam termasuk pembuluh darah dan syaraf. Apabila ada benturan yang dialami, yang menyebabkan patahnya tulang tersebut, maka bisa dibayangkan cidera yang terjadi tidak hanya melibatkan Tulang tentunya, pasti juga disertai cidera pada organ lain seperti otot, pembuluh darah maupun syaraf yang melewati lokasi patah tersebut.

Sehingga akibat atau dampak dari setiap patah tulang yang terjadi walaupun sama lokasinya, dan sama jenis patahannya, tidak bisa disamakan antara pasien satu dengan yang lain. Bahkan penanganannya pun akan berbeda, tergantung komplikasi yang menyertai.

Karena itu jangan anggap remeh tulang yang patah, dengan menganggap hanya pada tulang saja masalahnya sehingga salah dalam mengambil keputusan dalam penanganannya, yang akhirnya hanya penyesalan yang didapat.

           

 
 

Design By: Gungmanik | Last Update Friday, 03 March 2017 12:23:11