HOME CONTACT EVENTS ARTIKEL KESEHATAN
 

  
  
   ABOUT US

   HOSPITAL FACILITIES 

   FIND A DOCTOR

   OUR CLINIC

   CANCER CENTER

   IVF CENTER (BAYI TABUNG)

   KELUARGA BERENCANA (KB)

   HOME CARE

   INSTITUTION RELATIONSHIP

   MAPS AND DIRECTIONS
 
   HRD AND JOB VACATIONS

   MORE INFORMATIONS

   MESSAGES FROM DIRECTOR
  
  
   
    Email       : rspm@indosat.net.id
                       rspmmail@gmail.com

    Phone      : +62 361 236225
    Faximile  : +62 361 236203

    Under Constructions       

 
KLINIK BAYI TABUNG RSU.PRIMA MEDIKA

INFORMASI LEBIH LANJUT TENTANG BAYI TABUNG, TARIF DAN JADWAL KONSULTASI SILAHKAN   MENGHUBUNGI KLINIK BAYI TABUNG RSU. PRIMA MEDIKA :

 
      Alamat                   : Gedung Bersalin dan Anak, RSU. Prima Medika Jl. Raya Sesetan 10 Denpasar Bali
       No. Telp                 : (0361) 234610
       No. Fax                  : (0361) 257448 
       Email                      : rspm@indosat.net.id/ rspmmail@gmail.com/ customer_service@primamedika.com
       Jam berkunjung   :
setiap hari
       Contact Person    :

                                         - Wulan : 0361-7816919/ 089683939677 / 08970952400
                                         - Asfiah : 081337041869
                                         - Eka      : 081239910626

                                         - Dwi      : 08179783

  
laboratorium batab  

Proses Bayi Tabung merupakan upaya kehamilan di luar cara alamiah dan dilakukan sesuai dengan
UU Kesehatan RI No.36 Th 2009 Bab 7 Pasal 127 Ayat (1a) : Upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan: hasil pembuahan sperma dan telur dr suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana telur berasal

Pemakaian donor sperma, telur dan embrio maupun Ibu Titip (Surrogate mother) dilarang dilakukan di Indonesia.

PROSES KEHAMILAN ALAMIAH

  PROSES BAYI TABUNG

Proses pembuahan terjadi pada saluran telur ibu  

Proses pembuahan dilakukan di laboratorium (In Vitro Fertilization/IVF). Setelah berkembang menjadi embrio kemudian dimasukkan ke dalam rahim ibu dengan harapan berkembang menjadi janin.


ADA 2 JENIS PROSES PEMBUAHAN PADA BAYI TABUNG

 
Suami yang memiliki jumlah sel sperma normal maka pembuahan dilakukan dengan menuangkan sperma yang sudah melalui proses pencucian kedalam cawan media kultur yang berisi sel telur.   Suami yang memiliki jumlah sel sperma sangat sedikit maka pembuahannya dilakukan dengan menyuntikkan sel sperma kedalam sel telur.

TAHAPAN DALAM PROSES BAYI TABUNG

1. TAHAP SELEKSI

Pemeriksaan laboratorium : HIV, Hepatitis B & C pada suami istri. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan Darah Lengkap istri dan pemeriksaan Sperma suami. Dari hasil pemeriksaan Sperma tersebut baru bisa ditentukan jenis proses Bayi Tabung yang akan dilakukan (Konvensional atau ICSI). Sebaiknya pemeriksaan ini dilakukan satu minggu sebelum perkiraan siklus haid berikutnya, sehingga calon peserta diharapkan benar-benar yakin untuk melakukan program Bayi Tabung.

2. TAHAP PENGOBATAN

Pada hari ke 3 haid dilakukan pemeriksaan USG Vagina (Trans Vaginal Sonografi/TVS) dan pemeriksaan Laboratorium Hormonal (E2, LH, FSH & Prolactin) untuk menentukan protokol pengabatan dan dosis obat stimulasi telur yang akan diberikan.

Proses Bayi Tabung sangat individualis dan ada beberapa jenis protokol pengobatan, tergantung pada keadaan khusus individu masing-masing. Jenis protokol pengobatan yang digunakan di Klinik Bayi Tabung RS Prima Medika :
1.  Protokol Pendek : dimulai pada hari ke 3 siklus haid
2.  Protokol Panjang : dimulai pada hari ke 22 siklus haid. 

PEMERIKSAAN USG VAGINA :

Untuk mengukurketebalan lapisan bagian dalam rahim dan menghitung Folikel Antral (kantong telur). Pada hari ke 3 haid ketebalan lapisan bagian dalam rahim sekitar 3 mm, diameter Folikel Antral sekitar 2-8 mm dengan jumlah yang bervariasi. Jumlah folikel kurang dari 5 cenderung tidak merespon pengobatan dengan baik dan akan memiliki telur matang terlalu sedikit saat pengambilan.

   

PEMERIKSAAN LABORATORIUM HORMONAL (E2, LH, FSH & PROLACTIN) :

E2 : Kadar E2 dapat dipakai untuk memperkirakan kemungkinan keberhasilan kehamilan pada proses Bayi Tabung. Pada hari ke 3 haid kadar normal E2 sekitar 50 pg/mL atau lebih rendah. Kadar E2 diatas 75 pg/ml akan memberi respon yang sangat rendah pada pengobatan. Dalam siklus normal, kadar E2 yang awalnya rendah akan meningkat secara bertahap sampai folikel matang.

FSH : Secara umum kadar FSH 3 - 10 mIU/ml pada hari ke 3 haid menunjukkan kualitas telur yang baik dan angka keberhasilan tinggi, sementara kadar FSH dalam kisaran 12-15 mIU/ml menunjukkan kualitas telur yang lebih rendah dan keberhasilan juga rendah. Kadar FSH lebih dari 20 mIU/ml angka keberhasilan sangat rendah.

LH : Pada hari ke 3 haid, nilai normal LH antara 3 dan 10 mIU/ml. Kadar LH dan kadar FSH kurang lebih sama, Pada Penyakit Ovarium Polikistik (Poly Cystic Ovary/PCO) kadar LH lebih tinggi dari FSH.

Prolaktin : Kadar Prolaktin normal kurang dari 20 ng/ml. Peningkatan Prolaktin dapat mengganggu penebalan lapisan bagian dalam rahim.

PENGOBATAN :

Suntik Stimulasi Telur utk mendptkan telur yg banyak
Diperlukan telur yang banyak karena :
 Tidak semua telur berhasil dibuahi oleh sperma
•  Tidak semua telur yang berhasil dibuahi akan berkembang dg baik

 
Pada proses alamiah     Pada proses bayi Tabung

Suntik Stimulasi Telur dilakukan dibawah kulit sekitar pusar setiap hari selama ± 8 – 10 hari. Pemantauan dilakukan 3 kali dengan melakukan pemeriksaan hormon E2 dan USG Vagina untuk mengetahui keberhasilan pengobatan.

PEMANTAUAN E2 :

Memantau peningkatan kadar E2 selama pengobatan.
Bila kadar E2 meningkat terlalu tinggi (lebih dari 3000 pg/ml) atau bila kadar E2 tidak mengalami peningkatan pengobatan tidak dilanjutkan (cancel)

Pemantauan USG Vagina :

1. Mengukur ketebalan lapisan bagian dalam rahim :
    Selama pengobatan lapisan bagian dalam rahim akan menebal sekitar 1 mm setiap hari. Lapisan bagian dalam rahim harus mencapai ketebalan 10 sampai 12 mm.

    

2. Menghitung dan mengukur kantong telur :
   Jumlah dan diameter kantong telur menunjukkan keberhasilan pengobatan. Rata-rata kantong telur tumbuh
   sekitar 2 milimeter sehari. Bila telah mencapai sekitar 18 - 20 milimeter diberikan suntikan pecah telur sebelum
   dilakukan pengambilan telur.

   

Pengobatan dinyatakan berhasil bila dari hasil pemantauan hormon E2 dan TVS didapatkan :
  - hormon E2 lebih dari 600 pg/ml (200 - 250/folikel)
  - sel telur matang lebih dari 3 dengan diameter 18 mm
  - ketebalan lapisan dalam rahim lebih dari 10 mm

Setelah pengobatan berhasil diberikan suntikan pematangan telur.

Pengobatan tidak dilanjutkan bila kantong telur tidak berkembang.

3.  TAHAP PENGAMBILAN SEL TELUR

Dilakukan antara 34 -36 jam setelah suntikan pematangan telur. Pengambilan sel telur dilakukan melalui vagina dengan pembiusan umum sehingga harus puasa 6 jam sebelumnya.

  

Sesaat sebelum
pengambilan sel telur, suami harus mengeluarkan sperma dengan cara masturbasi di ruangan yang telah disiapkan di klinik. Pada proses masturbasi ini tidak diperbolehkan menggunakan pelicin (sabun atau baby oil) karena dapat menghambat proses pembuahan. Bila tidak ada sel sperma dalam air mani karena ada penyumbatan saluran sperma atau telah di Vasektomi, maka pengambilan sel sperma dilakukan dengan tindakan Percutaneous Epidydimal Sperm Aspiration/PESA yaitu menusukkan jarum kecil ketempat penampungan sperma yang berada di atas buah zakar (testis) menggunakan pembiusan umum. Bila tidak ditemukan sel sperma pada tempat tersebut maka dilakukan pengambilan pada buah zakar menggunakan jarum kecil. Tindakan tersebut dikerjakan oleh Dokter Spesialis Urologi.

PROSES PEMBUAHAN :

Bila sel sperma banyak maka dilakukan proses Bayi Tabung Konvensional. Bila sel sperma sedikit maka pembuahannya dilakukan dengan menyuntikkan sel sperma kedalam sel telur (Intra Cytoplasmic Sperm Injection/ ICSI). Setelah pengambilan sel telur, ibu baru boleh pulang 2 jam kemudian. Dirumah ibu disarankan istirahat 24 jam dan mungkin masih merasa sedikit sakit (kram perut). Bila tidak tahan sakit boleh minum obat Parasetamol. Ibu tidak boleh minum obat Aspirin karena dapat mengganggu proses melekatnya (implantasi) embrio pada rahim. Ibu mungkin akan mengalami sedikit perdarahan merah kecoklatan selama beberapa hari karena bekas tusukan di dinding vagina. Bila perdarahan banyak segera kembali ke klinik/Rumah Sakit. Ibu akan diberi obat yang dimasukkan kedalam vagina setiap malam sampai dilakukan tes kehamilan 2 minggu kemudian. Obat ini untuk mempersiapkan rahim saat Penanaman Embrio.

4.  TAHAP PENANAMAN EMBRIO

Proses ini merupakan proses yang sederhana sehingga tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan karena tidak perlu pembiusan. Biasanya ibu tidak mengalami nyeri yang terlalu berlebihan. Embrio dimasukkan kedalam rahim dengan alat khusus (kateter) yang dipantau dengan USG perut. Kandung kemih harus terisi penuh (ibu harus menahan kencing). Penanaman Embrio dilakukan antara hari ke 2 sampai ke 5 setelah Pengambilan Sel Telur tergantung dari kualitas embrio. Bila didapatkan embrio dalam jumlah yang banyak, maksimum hanya 4 embrio yang akan ditanam. Sisanya akan dibekukan untuk disimpan. Bila proses Bayi Tabung mengalami kegagalan maka dapat diulang dengan menggunakan embrio yang telah dibekukan tersebut. Penanaman embrio beku yang telah dicairkan tersebut dapat dilakukan setelah 3 siklus haid setelah proses Bayi Tabung mengalami kegagalan. Penanaman dapat dilakukan dengan Siklus alami atau Siklus pemberian hormon.

5.     TAHAP PEMBERIAN HORMON PENGUAT KANDUNGAN

        Suntik penguat kandingan diberikan pada hari ke 5, 8 dan 10 setelah Pengambilan Telur

6.     TAHAP TEST KEHAMILAN :

Hari ke 15 setelah Pengambilan Telur dilakukan pemeriksaan darah (βhCG). Dinyatakan Hamil Kimiawi bila hasil βhCG : >10. Hari ke 14 setelah hasil βhCG : >10, dilakukan pemeriksaan USG Vagina. Dinyatakan Hamil Klinik bila terlihat kantong kehamilan. Tingkat keberhasilan program Bayi Tabung tergantung pada banyak faktor antara lain usia ibu, protokol pengobatan, kualitas dan jumlah telur yang didapat, keberhasilan pembuahan, perkembangan embrio, jumlah embrio yang ditanam dan penebalan lapisan bagian dalam rahim. Penting untuk diketahui bahwa angka kehamilan tidak sama dengan angka kelahiran hidup. Angka kelahiran hidup lebih rendah daripada angka kehamilan oleh karena kemungkinan terjadinya keguguran atau persalinan prematur.

 


Team Bayi Tabung RS Prima Medika :

  1. Dr. ILyas Angsar, SpOG (K)
  2.
Dr. I. B. Kartha, SpOG (K)
  3.
Dr. Putera Kemara, SpOG
  4.
Dr. Made Mahadinata Putra, SpOG
  5.
Dr. Nono Tondohusodo, M.Kes, Sp.And
  6. Dr. Gde Wirya Kusuma Duarsa, SpU
  7
. Asfiyah, S.ST
  8
. Ni Putu Wulan Larasati, Amd. Keb 
  9.
Ni Luh Eka Widiadnyani, S.Si
10.
I.G.A. Made Dwi Lestari, S.Si

Konsultan :

1. DR. Dr. Aucky Hinting, SpAnd
2
. DR. Dr. Triono Soendoro

   
  
  
KLINIK BAYI TABUNG RSU. PRIMA MEDIKA

    INFORMASI LEBIH LANJUT TENTANG BAYI TABUNG, TARIF DAN JADWAL KONSULTASI SILAHKAN   
    MENGHUBUNGI KLINIK BAYI TABUNG RSU. PRIMA MEDIKA :

 
   
  Alamat                     : Gedung Bersalin dan Anak, RSU. Prima Medika Jl. Raya Sesetan 10 Denpasar Bali
       No. Telp                 : (0361) 236225
       No. Fax                  : (0361) 236203
 
       Email                      :
rspm@indosat.net.id

       Jam berkunjung   :
setiap hari
       Contact Person    :
                                         - Wulan : 0361-7816919/ 089683939677 / 08970952400
                                         - Asfiah : 081337041869
                                         - Eka      : 081239910626

                                         -
Dwi      : 08179783


 

Design By: Gungmanik | Last Update Thursday, 01 September 2016 11:56:02