Jl. Raya Sesetan No. 10, Denpasar, Bali 80223, Indonesia
  • Bayi Tabung
  • ruang tunggu
  • klinik bayi tabung
1 2 3

Klinik Bayi Tabung

Bayi tabung alias in fitro vertilization (IVF) merupakan suatu pilihan alternatif bagi Anda yang ingin punya anak namun belum diberi kesempatan untuk mendapatkannya dengan cara normal. Kemajuan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) khususnya dalam bidang In Vitro Fertilization (IVF) saat ini berkembang pesat di seluruh dunia. Kesuksesan bayi tabung akan sangat ditentukan oleh kualitas klinik dan tim bayi tabung.

Klinik Bayi Tabung Prima Medika Hospital, telah hadir di kota Denpasar sejak Tahun 2012 dengan tujuan meberikan solusi bagi pasangan yang mengalami kesulitan dalam memperoleh keturunan dengan pelayanan yang profesional dan berkualitas oleh Tim Bayi tabung, serta biaya terjangkau.

Klinik Bayi Tabung yang merupakan salah satu layanan unggulan Prima Medika Hospital ditunjang oleh fasilitas – fasilitas canggih seperti laboratorium embiologi, laboratorium andrologi, USG 4 Dimensi, Ruang Operasi yang terintegrasi.

KLINIK BAYI TABUNG RSU.PRIMA MEDIKA

INFORMASI LEBIH LANJUT TENTANG BAYI TABUNG, TARIF DAN JADWAL KONSULTASI SILAHKAN   MENGHUBUNGI KLINIK BAYI TABUNG RSU. PRIMA MEDIKA.

       Alamat                   : Gedung D, RSU. Prima Medika Jl. Raya Sesetan 10 Denpasar Bali
       No. Telp                 : (0361) 262535, 229983, 223583
       No. HP                   : 08214494094
       Email                     :
rspm@indosat.net.id/ rspmmail@gmail.com/ customer_service@primamedika.com
       Jam berkunjung   : setiap hari
       Contact Person    :
                                         - Wulan : 0361-7816919/ 089683939677 / 08970952400
                                         - Asfiah : 081337041869
                                         - Eka      : 081239910626
                                         - Dwi      : 08179783



   laboratorium batab  

Proses Bayi Tabung merupakan upaya kehamilan di luar cara alamiah dan dilakukan sesuai dengan UU Kesehatan RI No.36 Th 2009 Bab 7 Pasal 127 Ayat (1a) : Upaya kehamilan di luar cara alamiah hanya dapat dilakukan oleh pasangan suami istri yang sah dengan ketentuan: hasil pembuahan sperma dan telur dr suami istri yang bersangkutan ditanamkan dalam rahim istri dari mana telur berasal. 


Pemakaian donor sperma, telur dan embrio maupun Ibu Titip (Surrogate mother) dilarang dilakukan di Indonesia.


PROSES KEHAMILAN ALAMIAH   PROSES BAYI TABUNG
Proses pembuahan terjadi pada saluran telur ibu  

Proses pembuahan dilakukan di laboratorium (In Vitro Fertilization/IVF). Setelah berkembang menjadi embrio kemudian dimasukkan ke dalam rahim ibu dengan harapan berkembang menjadi janin.

ADA 2 TYPE PROSES PEMBUAHAN DALAM BAYI TABUNG
Suami yang memiliki jumlah sel sperma normal maka pembuahan dilakukan dengan menuangkan sperma yang sudah melalui proses pencucian kedalam cawan media kultur yang berisi sel telur.   Suami yang memiliki jumlah sel sperma sangat sedikit maka pembuahannya dilakukan dengan menyuntikkan sel sperma kedalam sel telur.

 

TAHAPAN DALAM PROSES BAYI TABUNG

1. TAHAP SELEKSI

Pemeriksaan laboratorium : HIV, Hepatitis B & C pada suami istri. Selain itu dilakukan juga pemeriksaan Darah Lengkap istri dan pemeriksaan Sperma suami. Dari hasil pemeriksaan Sperma tersebut baru bisa ditentukan jenis proses Bayi Tabung yang akan dilakukan (Konvensional atau ICSI). Sebaiknyapemeriksaan ini dilakukan satu minggu sebelum perkiraan siklus haid berikutnya, sehingga calon peserta diharapkan benar-benar yakin untuk melakukan program Bayi Tabung.

2. TAHAP PENGOBATAN

Pada hari ke 3 haid dilakukan pemeriksaan USG Vagina (Trans Vaginal Sonografi/TVS) dan pemeriksaan Laboratorium Hormonal (E2, LH, FSH & Prolactin) untuk menentukan protokol pengabatan dan dosis obat stimulasi telur yang akan diberikan.

Proses Bayi Tabung sangat individualis dan ada beberapa jenis protokol pengobatan, tergantung pada keadaan khusus individu masing-masing. Jenis protokol pengobatan yang digunakan di Klinik Bayi Tabung RS Prima Medika :

1.  Protokol Pendek : dimulai pada hari ke 3 siklus haid
2.  Protokol Panjang : dimulai pada hari ke 22 siklus haid. 

PEMERIKSAAN USG VAGINA :

Untuk mengukurketebalan lapisan bagian dalam rahim dan menghitung Folikel Antral (kantong telur). Pada hari ke 3 haid ketebalan lapisan bagian dalam rahim sekitar 3 mm, diameter Folikel Antral sekitar 2-8 mm dengan jumlah yang bervariasi. Jumlah folikel kurang dari 5 cenderung tidak merespon pengobatan dengan baik dan akan memiliki telur matang terlalu sedikit saat pengambilan.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM HORMONAL (E2, LH, FSH & PROLACTIN) :

E2 : Kadar E2 dapat dipakai untuk memperkirakan kemungkinan keberhasilan kehamilan pada proses Bayi Tabung. Pada hari ke 3 haid kadar normal E2 sekitar 50 pg/mL atau lebih rendah. Kadar E2 diatas 75 pg/ml akan memberi respon yang sangat rendah pada pengobatan. Dalam siklus normal, kadar E2 yang awalnya rendah akan meningkat secara bertahap sampai folikel matang.

FSH : Secara umum kadar FSH 3 - 10 mIU/ml pada hari ke 3 haid menunjukkan kualitas telur yang baik dan angka keberhasilan tinggi, sementara kadar FSH dalam kisaran 12-15 mIU/ml menunjukkan kualitas telur yang lebih rendah dan keberhasilan juga rendah. Kadar FSH lebih dari 20 mIU/ml angka keberhasilan sangat rendah.

LH :Pada hari ke 3 haid, nilai normal LH antara 3 dan 10 mIU/ml. Kadar LH dan kadar FSH kurang lebih sama, Pada Penyakit Ovarium Polikistik (Poly Cystic Ovary/PCO) kadar LH lebih tinggi dari FSH.

Prolaktin : Kadar Prolaktin normal kurang dari 20 ng/ml. Peningkatan Prolaktin dapat mengganggu penebalan lapisan bagian dalam rahim.

PENGOBATAN :

Suntik Stimulasi Telur utk mendptkan telur yg banyak
Diperlukan telur yang banyak karena :

•  Tidak semua telur berhasil dibuahi oleh sperma
•  Tidak semua telur yang berhasil dibuahi akan berkembang dg baik

 
Pada proses alamiah     Pada proses bayi Tabung

Suntik Stimulasi Telur dilakukan dibawah kulit sekitar pusar setiap hari selama ± 8 – 10 hari. Pemantauan dilakukan 3 kali dengan melakukan pemeriksaan hormon E2 dan USG Vagina untuk mengetahui keberhasilan pengobatan.

PEMANTAUAN E2 :

Memantau peningkatan kadar E2 selama pengobatan.
Bila kadar E2 meningkat terlalu tinggi (lebih dari 3000 pg/ml) atau bila kadar E2 tidak mengalami peningkatan pengobatan tidak dilanjutkan (cancel)

Pemantauan USG Vagina :

1. Mengukur ketebalan lapisan bagian dalam rahim :
Selama pengobatan lapisan bagian dalam rahim akan menebal sekitar 1 mm setiap hari. Lapisan bagian dalam rahim harus mencapai ketebalan 10 sampai 12 mm.    

2. Menghitung dan mengukur kantong telur :
Jumlah dan diameter kantong telur menunjukkan keberhasilan pengobatan. Rata-rata kantong telur tumbuh sekitar 2 milimeter sehari. Bila telah mencapai sekitar 18 - 20 milimeter diberikan suntikan pecah telur sebelum dilakukan pengambilan telur.

Pengobatan dinyatakan berhasil bila dari hasil pemantauan hormon E2 dan TVS didapatkan :

- Hormon E2 lebih dari 600 pg/ml (200 - 250/folikel)

- Sel telur matang lebih dari 3 dengan diameter 18 mm

- Ketebalan lapisan dalam rahim lebih dari 10 mm

Setelah pengobatan berhasil diberikan suntikan pematangan telur.

Pengobatan tidak dilanjutkan bila kantong telur tidak berkembang.

3.  TAHAP PENGAMBILAN SEL TELUR

Dilakukan antara 34 -36 jam setelah suntikan pematangan telur. Pengambilan sel telur dilakukan melalui vagina dengan pembiusan umum sehingga harus puasa 6 jam sebelumnya.
Sesaat sebelum pengambilan sel telur, suami harus mengeluarkan sperma dengan cara masturbasi di ruangan yang telah disiapkan di klinik. Pada proses masturbasi ini tidak diperbolehkan menggunakan pelicin (sabun atau baby oil) karena dapat menghambat proses pembuahan. Bila tidak ada sel sperma dalam air mani karena ada penyumbatan saluran sperma atau telah di Vasektomi, maka pengambilan sel sperma dilakukan dengan tindakan Percutaneous Epidydimal Sperm Aspiration/PESA yaitu menusukkan jarum kecil ketempat penampungan sperma yang berada di atas buah zakar (testis) menggunakan pembiusan umum. Bila tidak ditemukan sel sperma pada tempat tersebut maka dilakukan pengambilan pada buah zakar menggunakan jarum kecil. Tindakan tersebut dikerjakan oleh Dokter Spesialis Urologi.

PROSES PEMBUAHAN

 4. TAHAP PENANAMAN EMBRIO

Proses ini merupakan proses yang sederhana sehingga tidak ada persiapan khusus yang harus dilakukan karena tidak perlu pembiusan. Biasanya ibu tidak mengalami nyeri yang terlalu berlebihan. Embrio dimasukkan kedalam rahim dengan alat khusus (kateter) yang dipantau dengan USG perut. Kandung kemih harus terisi penuh (ibu harus menahan kencing). Penanaman Embrio dilakukan antara hari ke 2sampai ke 5 setelah Pengambilan Sel Telur tergantung dari kualitas embrio. Bila didapatkan embrio dalam jumlah yang banyak, maksimum hanya 4 embrio yang akan ditanam. Sisanya akan dibekukan untuk disimpan. Bila proses Bayi Tabung mengalami kegagalan maka dapat diulang dengan menggunakan embrio yang telah dibekukan tersebut. Penanaman embrio beku yang telah dicairkan tersebut dapat dilakukan setelah 3 siklus haid setelah proses Bayi Tabung mengalami kegagalan. Penanaman dapat dilakukan dengan Siklus alami atau Siklus pemberian hormon.

5. TAHAP PEMBERIAN HORMON PENGUAT KANDUNGAN

Suntik penguat kandingan diberikan pada hari ke 5, 8 dan 10 setelah Pengambilan Telur

6. TAHAP TEST KEHAMILAN

Hari ke 15 setelah Pengambilan Telur dilakukan pemeriksaan darah (βhCG). Dinyatakan Hamil Kimiawi bila hasil βhCG : >10Hari ke 14 setelah hasil βhCG : >10, dilakukan pemeriksaan USG Vagina. Dinyatakan Hamil Klinik bila terlihat kantong kehamilan. Tingkat keberhasilan program Bayi Tabung tergantung pada banyak faktor antara lain usia ibu, protokol pengobatan, kualitas dan jumlah telur yang didapat, keberhasilan pembuahan, perkembangan embrio, jumlah embrio yang ditanam dan penebalan lapisan bagian dalam rahim. Penting untuk diketahui bahwa angka kehamilan tidak sama dengan angka kelahiran hidup. Angka kelahiran hidup lebih rendah daripada angka kehamilan oleh karena kemungkinan terjadinya keguguran atau persalinan prematur.

    

  

Team Bayi Tabung RS Prima Medika:

1. Dr. ILyas Angsar, SpOG (K)

2. Dr. I. B. Kartha, SpOG (K)

3. Dr. Putera Kemara, SpOG

4. Dr. Made Mahadinata Putra, SpOG

5. Dr. Nono Tondohusodo, M.Kes, Sp.And

6. Dr. Gde Wirya Kusuma Duarsa, SpU

7. Asfiyah, S.ST

8. Ni Putu Wulan Larasati, Amd. Keb

9. Ni Luh Eka Widiadnyani, S.Si

10. I.G.A. Made Dwi Lestari, S.Si

Konsultan:

1. DR. Dr. Aucky Hinting, SpAnd

2. DR. Dr. Triono Soendoro

Kontak Kami

  • Alamat:

    Jl. Raya Sesetan No. 10 Denpasar - Bali

  • Hubungi Kami:

    Telepon: +62 361 236225
    Fax: +62 361 236 203

  • Email Kami:

    info@primamedika.com